Negara Kincir Angin ini kini telah melakukan kesepakatan lewat penandatangan Memorandum of Understanding (MoU)  bersama antra Dikti dan Nuffic Nesso untuk program beasiswa PhD. Beasiswa ini diperuntukan bagi kalangan dosen.

Selama tiga tahun beasiswa ini akan dibayarkan oleh pihak dikti, sementara kelebihan satu tahun atau tahun terakhir studi akan ditanggung pihak perguruan tinggi di Belanda. Bagi para dosen yang berminat dapat melakukan pendaftaran aplikasi mulai akhir tahun 2011 dengan persyaratan menyandang profesi dosen berusia maksimal 50 tahun saat melamar beasiswa dan telah memegang surat resmi untuk menjadi kandidat peraih PhD dari profesor di perguruan tinggi di Belanda.  Lebih dari 50 beasiswa program PhD akan disediakan melalui skema perjanjian ini mulai 2012 mendatang sebagai pengembangan kerjasama berdasarkan penandatangan MoU yang pernah disepakati kedua pihak pada 11 Februari 2002 silam.

Dirjen Dikti Kemdiknas Djoko Santoso telah berupaya keras untuk meningkatkan pembangunan kapasitas pendidikan tinggi Indonesia dan hal ini akan segera terwujud melalui beragam program beasiswa seperti Beasiswa Dikti, Beasiswa Unggulan, Kerjasama Beasiswa Dikti-Neso, dan lain-lainnya. Melalui kerjasama ini, kesempatan meraih beasiswa Dikti juga diperkenalkan melalui program beasiswa Scientific Program Indonesian-Netherland (SPIN).

Informasi selengkapanya dapat dibaca disini